BThemes

tes
News Update :

Jatim Gelar Paket Sembako Murah

23 Agu 2010

Pemprov Jatim mengucurkan anggaran Rp 3,4 miliar untuk program sembako murah. Ini untuk mengantisipasi lonjakan harga sembako selama Ramadan dan Lebaran.

Gubernur Soekarwo mengatakan, layanan sembako murah diberikan kepada masyarakat dengan cara menggelar operasi pasar dengan target masyarakat yang benar-benar miskin.
“Dengan target masyarakat miskin, kita ingin mengurangi beban mereka di tengah melonjaknya harga,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/8) ketika membuka operasi sembako murah di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran.

Menurut Pakde Karwo, selain di Surabaya, program serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah Jatim lainnya, seperti Madiun, Lamongan, Jombang, Trenggalek, Situbondo, dan Bojonegoro.

Paket sembako yang dijual di masing-masing daerah itu sebanyak 5.000 paket sembako. Isinya, 5 kg beras, 2 kg gula, 1 liter minyak goreng, 10 buah mi instan, dan 1 botol kecap. Paket sembako itu dijual dengan harga Rp 15.000. “Dengan dijual Rp 15.000, kita telah memberikan subsidi sebesar Rp 70.000. Karena harga tiap paket mestinya Rp 85.000. Program ini merupakan wujud kepedulian kita pada masyarakat miskin,” jelasnya.

Hadir dalam operasi pasar kemarin sejumlah pejabat, seperti Sekdaprov Rasiyo dan Wali kota Bambang DH, serta sejumlah kepala dinas Pemprov Jatim.
Sementara itu, Wali kota Surabaya Bambang DH meminta warga tidak panik menyikapi gejolak harga bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Menurutnya, fluktuasi harga barang menjelang Lebaran telah menjadi hal yang lumrah dari tahun ke tahun. “Operasi pasar dilakukan kalau kondisi komoditas terjadi gejolak yang berpengaruh pada daya beli masyarakat,” kata Bambang, Minggu (22/8).

Wali kota mengakui respons warga terhadap perubahan harga barang memasuki Ramadan kini semakin cerdas. Meski secara psikologis terjadi kenaikan harga karena lonjakan permintaan, tetapi tingkat harga komoditas masih terbilang wajar. “Harga-harga masih normal bahkan beberapa item turun. Kalaupun ada kenaikan stok masih cukup,” kata Bambang.

Bambang mengatakan bahwa operasi pasar atau intervensi terhadap perubahan harga akan dilakukan jika memang terjadi lonjakan harga yang sangat signifikan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Disperindag Kota Surabaya untuk memantau perubahan harga.

Seperti diketahui Pemkot Surabaya memilih kebijakan bazar pasar murah dari pada operasi pasar dengan memasok beras murah di pasar-pasar tradisional. Menurut pantauan Disperindag Surabaya hingga pekan lalu rata-rata harga komoditas beras di pasar-pasar utama seperti Wonokromo, Tambahrejo serta Bendul Merisi untuk jenis Mentik tercatat seharga Rp 8.567 per kg atau naik sekitar Rp 250 per kg dari pekan pertama. Sementara beras IR64 kualitas II turun dari Rp 6.883 per kg menjadi Rp 6.667 per kg. Begitu pula dengan beras IR64 kualitas III turun dari 6.233 per kg pada pekan pertama menjadi Rp 6.100 per kg pada pekan kedua.

Sedangkan harga rata-rata minyak goreng curah pada naik dari pekan pertama Rp 8.942 per kg menjadi Rp 9.500 per kg. Daging ayam broiler naik dari Rp 24.583 per kg pada pekan pertama menjadi Rp 26.333 per kg pada pekan kedua. Sebaliknya, harga rata-rata telur ayam broiler turun dari Rp 13.896 per kg menjadi Rp 13.667 per kg. Pihak Disperindag Kota Surabaya terus memantau perkembangan setiap pekan hingga akhir bulan puasa. (SURYA)
Share this Article on :
 

© Copyright surabaya view 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.