Pembangunan Stadion Gelora Bung Tomo di kawasan Surabaya Sport Center (SSC) akan menjadi tonggak sejarah Surabaya.Tak hanya itu, SSC di atas lahan seluas sekitar 100 hektare itu juga akan menjadi ajang percontohan bagi pembangunan stadion lain di Indonesia.
Megaproyek SSC diresmikan, Jumat (6/8), dihadiri sekitar 50.000 orang yang tumplek blek di stadion seluas 20 hektare itu. Keluarga dan rekan-rekan Bung Tomo seperjuangan didatangkan juga untuk menikmati megahnya tribun dan hijaunya rumput gelora itu.
Para undangan tentu saja tidak hanya menjadi saksi bangunan yang dikerjakan bertahap ini, melainkan juga bersyukur, karena Surabaya mampu membangun stadion termegah setelah Gelora Bung Karno (Senayan).
Untuk tahap pertama, pemkot harus mengeluarkan dana Rp 445 miliar, padahal luas lahan yang dibangun baru mencapai 20 hektare, yakni meliputi stadion indoor, masjid, dan stadion utama. Menurut rencana SSC dibangun di atas lahan 20 hektare, sehingga proyek ini diperkirakan selesai 2020.
Pembangunan SSC sebenarnya sudah digagas sejak Wali Kota Poernomo Kasidi, namun perjalanannya syarat kontroversial, bahkan sejumlah pejabat sempat diperiksa pihak berwajib. Kini, saat Pemkot Surabaya dipimpin Bambang DH, rencana spektakuler ini mulai terwujud tanpa banyak gejolak.
“Dengan adanya stadion semegah ini, tentu saja kami berharap akan muncul atlet-atlet baru dari Surabaya untuk Indonesia menuju prestasi dunia,” tandas Bambang DH.
Pembangunan Stadion Bung Tomo dilakukan tanpa tanggung-tanggung, sejumlah material pendukung didatangkan langsung dari sejumlah negara.
Untuk menyuguhkan rumput kelas internasional, Gelora Bung Tomo kini terlihat hamparan rumput hijau yang dihiasi garis-garis lurus. “Kami sengaja mendatangkan rumput bola dari Kanada dan kami kembangkan di Pasuruan untuk Gelora Bung Tomo,” tandas Siti Utari, Dirut PT Sekar Asri Mandiri yang dipercaya sebagai Sub Kontraktor oleh PT Adirecon selaku pemenang tender. (SURYA)


